Detail Cantuman
Ebook
Kajian Agama Islam
Allah ﷻ menyuruh kita untuk memperhatikan hari esok kita agar kita sadar bahwa kehidupan kita di dunia hanya sementara. Oleh karenanya Rasulullah ﷺ juga telah menyebutkan bahwa orang yang cerdas adalah orang yang telah mempersiapkan hari esoknya (akhirat) yang dia akan hidup selama-lamanya.
Ketersediaan
Tidak ada salinan data
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
| No. Panggil |
-
|
| Penerbit |
:
.,
|
| Deskripsi Fisik |
-
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
NONE
|
| Tipe Isi |
pdf
|
| Tipe Media |
ebook
|
| Tipe Pembawa |
online resource
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain
Lampiran Berkas
“Ya Rasulullah, bagaimanakah orang mukmin yang utama?” beliau
menjawab: “Orang yang paling baik akhlaknya.” Dia bertanya lagi;
“Orang mukmin yang bagaimanakah yang paling cerdas?” beliau
menjawab: “Orang yang paling banyak mengingat kematian, dan yang
paling baik persiapannya setelah kematian, merekalah orang-orang yang
cerdas.” (HR. Ibnu Majah 2/1423 no. 4259)
Tidaklah mungkin seseorang bisa mendidik anak-anak
mereka di atas akhlak yang mulia dan prinsip-prinsip
yang luhur, meskipun sang anak mendengarkan ratusan
nasehat dan arahan dari kedua orang tuanya, sementara
mereka (anak-anak) menyaksikan orang tua mereka
melakukan hal yang berkebalikan dengan apa yang
mereka sampaikan
- Pedoman Ibadah Seorang Muslim
Syahadat Laa illahaillah adalah seorang hamba itu mengetahui, meyakini dan berpegang teguh bahwasanya tidak ada Ilah yang berhak untuk disembah dengan benar kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi Nya. Karena itulah wajib atas seorang hamba agar mengikhlaskan ketaatan dalam menjalankan seluruh perintah agama untuk Allah Jalla wa 'Alaa.
- Dunia di Tanganku Akhirat di Hatiku
Kubuat tulisan ini untuk diriku yang lalai dari amalan menuju surga...
Untuk saudara-saudariku yang terbuai dengan fatamorgana dan gemerlapnya dunia...
Untuk hati manusia yang selalu berangan panjang, sedikit amal, dan banyak dosa...
Untuk mereka yang memiliki hati berkarat dan membeku penuh noda...
Allah tidaklah menciptakan seluruh makhluk tanpa tujuan. Tidak pula menjadikan keberadaan mereka di dunia ini sebagai sesuatu hal yang sia-sia atau dengan main-main. Maha Suci Allah dari tindakan yang demikian. Bahkan Allah menciptakan mereka dengan cara yang hak dan tujuan yang hak.
- Waspada terhadap kisah tidak nyata
Pengetahuan tentang kisah memang asyik lagi menarik. Tetapi
sayang, pengetahuan yang mulia ini telah ternodai oleh goresan
tangan orang-orang yang tidak bertanggung jawab, dengan memutarbalikkan fakta sejarah yang sebenarnya, lalu menebarkan kisahkisah yang tidak shahih. Ironisnya, justru kisah-kisah itulah yang
banyak beredar, laris manis, dan banyak dikomsumsi masyarakat,
padahal kebanyakan kisah-kisah tersebut banyak yang mengandung kerusakan aqidah, celaan kepada para Nabi dan ulama serta
dampak negatif lainnya.
Allah ta’ala telah memberikan kebaikan di setiap kondisi yang dialami oleh para hamba-Nya yang beriman, sehingga mereka senantiasa berada dalam rengkuhan nikmat Allah ta’ala.
Mereka mengalami segala kejadian yang menyenangkan dan menyedihkan, namun segala takdir yang ditetapkan Allah bagi mereka
merupakan barang perniagaan yang memberikan untung yang teramat besar.
- Pesan dari ayah dan bunda
“Rumah itu adal ah sekol ah pertama, yang nanti nya akan mencetak manusia yang ‘seutuhnya’. Kual itas agama seorang ibu merupakan pondasi yang akan menyangga dan menyel amatkan agama sekaligus akhlak (anak-anaknya).” (Al Atsar, 4/201)
Ibu... Pesan dan nasehat apa yang hendak engkau sampai kan kepada anakmu...?
Tidaklah mungkin seseorang bisa mendidik anak-anak mereka di atas akhlak yang mulia dan prinsip-prinsip yang luhur, meskipun sang anak mendengarkan ratusan nasehat dan arahan dari kedua orang tuanya, sementara mereka (anak-anak) menyaksikan orang tua mereka melakukan hal yang berkebalikan dengan apa yang mereka sampaikan.
Karena itulah, hendaknya pendidik (orang tua) memahami bahwa anak-anak itu sudah memiliki pemahaman dan perasaan yang harus dijaga dan dihargai dengan sebaik-baiknya, agar pendidikan dapat membuahkan hasilnya yang baik.
- Memuliakan Ilmu
Wadah ilmu adalah hati. Ilmu akan masuk ke dalam hati manakala hati tersebut bersih. Semakin bersih hati, ia akan semakin siap untuk dimasuki ilmu. Barang siapa ingin meraih ilmu, hendaklah ia menghiasi batinnya dan menyucikan hatinya dari kotoran. Ilmu adalah permata yang indah. Tidak layak untuk ditempatkan kecuali di dalam hati yang bersih.